Samar-samar menjelang tumbuh mentari
Samar-samar menjelang tumbuh mentari
Pada
jari yang meraba-raba tanpa melihat
Diremang-remang
itu merekah bersegera
Tak
sabar terpacu gelora nestapa gulita
Bersegera
menekan-nekan tombol para syair dilema
Meski
terhijab buta pagi cahaya mentari malu-malu
Mungkin
saja dia seperempat jam lagi akan datang
Namun
disudut pengharapan tanpa cahaya lampu
Ia
meraba-raba hilangnya kata-kata penasihat
Ingin menoleh luka yang terindah
Betapa sakitnya bila ku
ingin menyayat kertas
dengan tinta yang tajam siap menancap dilembar-lembar
tapi disini tak ada cahaya, bagaimana akan ku toreh
jadi kuputuskan saja menebar kata-kata diatas kertas
tanpa senjata pena namun ku masih semberenggeh tersenyum
melihat karya anak putri malu yang mekar di pagi hari
menjelang mentari tumbuh dengan tunas cahaya
By: Wizhafira
Comments
Post a Comment