Posts

Showing posts from 2018

Note in Campus #4

Chapter 4: Kongklusi Setiap rangkaian kata tentu membutuhkan titik sebagai penutup. Begitupula dengan chapter ini juga membutuhkan kesimpulan atau kata penutup. Tidak akan berjaya kalau terus berdiam diri, bangkit dan temukan kemenangan. Kata pujangga terdahulu: Sesungguhnya apa yang kita kehilangan dalam api akan kita temukan dalam abu.

Note in Campus #3

Chapter 3: Soal Apakah perbedaan antara pertanyaan dengan jawaban? Ah suatu yang pendek untuk di jawab akan tetapi terlalu riskan jika dibiarkan Kira-kira seperti inilah argumennya: Pertanyaan: suatu hal yang harus engkau jawab Dugaan: suatu hal yang tidak mesti engkau jawab.

Note in Campus #2

Chapter 2: Merobah Hati Pikiran memang bisa di robah namun tidak dengan hati. Lalu bagaimanakah merobah hati seseorang? jawabannya satu yang tiada duanya yakni meminta dan memohon kepada yang Maha Cinta dalam setiap sujud dan hembusan nafasmu. Sebab dia yang memiliki hati setiap manusia, dia pulalah yang membolak balikkan hati tersebut.

Note in Campus #1

Chapter 1 :  Sesal Pada awalnya aku memang mengagumimu dalam setiap langkah dan ayunan tangan kecil ini. Namun seiring berjalannya waktu dan berputarnya roda kehidupan. Semua yang ku kagumi itu berubah menjadi benci atas sikapmu lantaran keputusan kejam yang meluluh lantakkan istana cinta yang ku bangun dengan deraian kesetiaan dan tetesan embun kepercayaan.

Samar-samar menjelang tumbuh mentari

Samar-samar   menjelang tumbuh mentari Pada jari yang meraba-raba tanpa melihat Diremang-remang itu merekah bersegera Tak sabar terpacu gelora nestapa gulita Bersegera menekan-nekan tombol para syair dilema Meski terhijab buta pagi cahaya mentari malu-malu Mungkin saja dia seperempat jam lagi akan datang Namun disudut pengharapan tanpa cahaya lampu Ia meraba-raba hilangnya kata-kata penasihat Ingin menoleh luka yang terindah Betapa sakitnya bila ku ingin menyayat kertas dengan tinta yang tajam siap menancap dilembar-lembar tapi disini tak ada cahaya, bagaimana akan ku toreh jadi kuputuskan saja menebar kata-kata diatas kertas tanpa senjata pena namun ku masih semberenggeh tersenyum melihat karya anak putri malu yang mekar di pagi hari menjelang mentari tumbuh dengan tunas cahaya By: Wizhafira

Tuah

Tuah Hujan tiada henti membasahi bumi Inikah yang dinamakan kota hujan? Sampai-sampai mentari tiada berwujud Berganti gumpalan awan gelap Berhias petir dan gemuruh angin Kemanakah tuahmu kota hujan? Enggankah engkau memelukku Membiarkanku menggigil di trotoar jalan Sudah habiskah sapaan lembutmu Hilangkah dentingan dawai kehangatanmu Maaf, hari ini tiada tuah untukmu

Beringin Tua

Beringin Tua Tubuhmu semakin renta dimakan zaman Pesonamu masih menampakkan rona manja Di antara panasnya kota ini Kau masih primadona Keteduhan yang membuat kau tertarik Untuk disinggahi Untuk melepas penat barang sebentar Untuk melepas lelah demurka dunia. Padang, 24 March 2017

Sawah

Sawah Oleh : Wizhafira Bersimpul kemah di gundukan gabah Menyemai bibit di tepi parit Terselip keong, lintah, pelepah pisang dan ikut berbaris acakan rerumput Mengundang kalut Si Anak Ladang Pagi petang beringsut Air surut di batang hari Matahari berlalu lalang di atas pucuk Searah tak terlihat berbalik arah Sore hari langit mengaum menyapa benih Sekilat petir lewat di ujung gabak hitam Awan menangis di wajah langit Larut menyatu dalam badai Menebar sari bunga rampai Padang, 08 April 2018

Imposible is Nothing

Imposible is nothing Apatah bisa masa muda diulang kembali Untuk menampaki indahnya gemerlap bintang Apatah mungkin bumi menurunkan hujan Sedangkan langit menjadi hamparan rerumputan Mustahil, namun bisa terjadi Jika kau Tuhan kawan. Padang, 24 March 2017

Hanya di Dunia

Amal yang kita buat hanya bisa dilakukan di dunia saja, Why? di akhirat hanyalah tempat pembalasan atau upah dari kerja keras selama hidup dahulu. nah, ketika inginkan dunia, menggapai cita-cita mulia luangkan sejenak waktumu untuk sholat sunah dhuha, di dunia tergapai cita di akhirat tersedia  istana nan megah

Alam Takambang Jadi Guru

Alam takambang jadi guru-Pepatah memang terus melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai belahan dunia, begitupun di negeriku tercinta, Indonesia.   Banyak pepatah dari   berbagai daerah-daerahnya menjadikan negeriku ini kaya akan kata-kata namun haus akan kinerja yang nyata. Apalah arti pepatah jika tak memiliki makna dan maksud yang dituju. Di daerah atap bertanduk atau yang biasa di kenal dengan gonjong ini, dapat dilihat berbagai macam dan ragam pepatah orang-orang yag hidup dahulu. Kisah yang terjadi dalam lingkungan nagari dan sebagainya menjadi perihal yang amat menentukan pepatah itu muncul dan digunakan. salah satunya alam takambang jadi guru. Di suatu zaman yang serba canggih inilah, kisah ini di angkat kepermukaan. Alkisah di sebuah kamar kos yang kecil, berukuran 4x4 meter itu. Tinggallah seseorang sabab ( anak muda ) yang tahun lalu baru menyelesaikan study di sebuah perguruan tinggi di kota padang. Orang-orang kebanyakan menyebutnya ...

Pulang

Pulanglah nak Lama kau tak kembali Sepi kamar ini Begitukah kau? Jangan menjauh Alam kadang baik Kadang tak pelak amat kejam Mari kembali di pangkuanku Ah, atau kau lagi ketakutan Menggigil di dingin malam Pulanglah Hari sudah hujan Jangan kau basahi badanmu Sini dekat padaku                                    Padang, 17 May 2018

Pemilihan Duta Nantigo & Launching Nantigo Kurma

Image
Kabar gembira bagi penggemar Lapis Minang Nantigo, pasalnya pada hari Sabtu tanggal 12 Mei 2018 Grandfinal Duta Nantigo dihelat sekaligus launching product special Ramadhan 'Nantigo Kurma'.  Acara ini juga diramaikan dengan artis nasional Tommy Kurniawan sebagai peresmi Nantigo Kurma. Dalam sambutannya Bapak Andi Sofyan sebagai pengelola Lapis Minang Nantigo mengatakan bahwa dengan pemilihan  Duta Nantigo  ini sebagai salah satu sarana mempromosikan wisata Sumatera Barat ke depannya.  Sejatinya pemilihan duta ini sudah dilangsungkan sejak bulan Desember 2017, namun pada hari inilah penentuan siapa yang menjadi  Duta Nantigo  dipilih. Peserta grandfinal Duta Nantigo: Celine Framesty, M. Sawal Nur, Egi Ismemet dan Hidayahtul Annisa. Para peserta tersebut dituntut untuk memenuhi 5 kreteria penilaian duta yang terdiri atas: Brain (kecerdasan), Beauty (rupa, sekaligus kecocokan antara style, karakter dan diri mereka sendiri), Behavior (sikap dan k...

Malam

                         Malam Riak ombak itu Di antara gemerlip bintang Suara jangkrik masih nyaring Mengiringi pekat malam Teman, jauh kau melempar sauh Mengapa? Jangan takut akan badai Angkat sauh lalu berlayar Sampaikan maksud dan tujuan Belah gunung air itu Sampai lelah menggelepar dimakan sungguh.                                    Padang, 13 Mei 2018

Berlalu

Berlalu Derap langkah kuda itu Mengalun dibawa semilir angin Di padang luas, bumi tuhan Sudah lama terdengar  Bayangannya tiada nampak jua Apa gerangan oh sang angin Apa cuma khayalanku saja  Atau engkau makan kuda itu Ku tahu kau hanya mempermainkanku Menghidupkan harapan akan menungganginya namun kau buang semua dengan hembusan  berlalu sudah ia dariku, Padang, 4 April 2018

Toksoplasma

Image
Toksoplasma, jangan sampai terjangkit pada kucing dan ownernya Toksoplasma merupakan suatu jenis parasit yang disebarkan melalui daging mentah, setengah matang dan kotoran kucing. Nah biasanya kotoran kucing yang menjadi wadah penyebar Toksoplasma ini membuat kaum wanita enggan untuk kontak dengan kucing. kucing yang disalahkan pada akhirnya, padahal ada daging mentah dan setengah matang yang juga menjadi wadah parasit tersebut. terlebih dalam budaya kekinian makanan setengah mentah amat disukai oleh masyarakat sekarang, sepeerti ikan bakar, ayam bakar dan lain-lain. hal ini menyebabkan tidak hanya orang yang memlihara kucing saja terkena tokso. Maka dari itu jangan selalu salahkan si Meong yang imut-imut tersebut. Namun perhatiakan pola makanan kita, apakah sudah memenuhi kreteria makanan sehatdan memeinuhi konsep gizi seimbang. Memakan makanan yang telah dimasak akan membunuh Toksoplasma tersebut. Teruntukkan pecinta kucing, ada yang mengatakan bahwa Toksoplasma ini ak...

Hitam

Hitam Kamar kecil beratap rumbai Tiris dilalui air hujan Biar aku bicara tuan, Sudah berlalu zuhur tadi Begitupun asar selangkah akan habis Pintu magrib kan terbuka Syafaq itu mulai terlihat Memerah di awan barat Biar aku bicara tuan, Tak sudikah mampir barang sejenak  Melepas beban dunia yang kau rasa begitu berat Ah, nampaknya tuan begitu angkuh Memandangi pondok tua ini Lusuh, sebentar lagi roboh dimakan rayap Biar aku bicara tuan, Jangan ragu dan bimbang tuan Singgahlah jika perjalanan masih jauh Takkan hilang marwah begitupun derajat Malah sebaliknya tuan dapatkan Biar aku bicara tuan, Lihat tuan, dia telah beranjak pergi Sebelum ia benar-benar hilang di telan awan Sebelum nyawa hilang dari badan Hilangkan engganmu Tunaikan kewajibanmu Biar aku bicara tuan. Padang, 1 April 2018

Gizi Seimbang, Perangi Stunting.

Image
Piramida Gizi Seimbang  Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Gizi seimbang merupakan pengganti dari pedoman makan yang berslogan “4 Sehat 5 Sempurna” (4S5S) yang dipopulerkan oleh Prof. Poerwo Soedarmo, pada tahun 1950-an. Namun, sejak tahun 1990-an, pedoman tersebut dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi. Hal ini juga sesuai dengan adanya perubahan pedoman “Basic Four” di Amerika Serikat yang merupakan acuan awal 4S5S pada masa itu menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet”. Di Indonesia, “Nutrition Guide for Balance Diet” diterjemahkan menjadi “ Pedoman Gizi Seimbang” (PGS). Pada konferensi pangan sedunia tahun 1992 di Roma dan Genewa, yang diadakan oleh FAO, dalam rangka menghadapi beban ganda masalah gizi di...

Teruntukmu

Sudahlah Seberapa kuat engkau menghentikannya sungguh tiada bisa sekalipun kau maha sakti malam kan berlalu menjadi siang siangpun akan berganti malam, begitupun senja,,, senja pemisah siang dan malam  namun maaf bukan dia lagi yang terbayang sudah lama itu berlalu mungkin sudah usang dan lusuh cerita itu dimakan rerayap waktu dan zaman duhai fajar berpendar, biarlah masa senja itu berlalu biar bintang gemintang menemaninya tiada guna memikirkannya, dia sudah dipeluk gelap malam jangan pula kau cemburu padanya disini siang menunggu  mesra cahayamu,,,                                                                                                             Padang, 9...